Mbak Endah
Karena krisis global tahun 2009 ada PHK massal, maka suami saya mengajak
saya kembali ke Biak, Papua. Sebelumnya saya dan keluarga tinggal di
Surabaya. .Di Biak orang tua saya tinggal dan punya usaha warung makan Nasi Pecel Kediri.
Sesampai di Biak saya jualan Es doger dan Es campur, karena
jualan saya bergabung dengan usaha ibu, jadi tidak begitu sulit dan pelanggan
pun sudah banyak. Di tambah lagi yang saya jual termasuk Es model baru yang belum
pernah ada di kota Biak.
Pendapatan saya lumayan, disamping saya punya usaha lain MLM,
sepertii Shopie Martin, Oriflame dll. Kemudian ada adik saya yang di Surabaya kirim baju untuk saya jual. Jadi semakin banyak pendapatan saya.
Akhirnya saya punya inisiatif pinjam uang di Bank untuk mecari kontrakan rumah sendiri. Dan modal saya pakai belanja baju langsung ke Surabaya setiap 6 bln sekali untuk belanja seperti baju, sprei, sepatu, sandal,tas dan juga HP, yang memang sudah pesanan pembeli
.
Barang yang saya beli bukan dari pasar grosir, tetapi dari Mall atau distro. Karena pembeli tidak mau barang yang di beli itu kembar atau murahan. Jadi harga berapapun mreka akan beli asal barang bagus dan tdk ada yang menyaingi.
Cuma saja cara saya berjualan yang salah. Yaitu mengkreditkan dan saya selalu kalah kalau menagih hutang, saya sering mengalah.. Akibatnya bnyk yang berhutang bayar seenaknya, bahkan ada yang tidak membayar. Lama kelamaan saya hancur sendiri.
Dalam kejatuhan saya, kondisi rumah tangga juga hancur
dimana suami pergi meninggalkan anak yang
masih kecil kecil dan hutang bank yang lumayanan Usaha saya bangkrut. Tahun
2012 adalah tahun yang sangat suram bagi saya.
Teman saya menolong untuk bekerja, ikutan jadi MITRA di kantor
BPS. Padahal saya sedang sembunyi dari para penagih hutang karena saya merasa
tidak punya muka dan harga diri di lihat orang..
Tetapi pada akhirnya saya mau bekerja di BPS dan sana saya kumpulkan modal lagi. Saya berjualan Es goder, juice dan bubur ayam. Saya mulai dari awal lagi sambil mengangsur hutang saya di 2 Bank dan rentenir. Saya bayar semampu saya yaitu dengan bekerja jadi Mitra BPS.
Tetapi pada akhirnya saya mau bekerja di BPS dan sana saya kumpulkan modal lagi. Saya berjualan Es goder, juice dan bubur ayam. Saya mulai dari awal lagi sambil mengangsur hutang saya di 2 Bank dan rentenir. Saya bayar semampu saya yaitu dengan bekerja jadi Mitra BPS.
Jualan masih jatuh bangun, berganti ganti masakan atau menu saya
jalani. Jualan sop buah, warung kopi, nasi kuning, nasi rainbow dll. Tetapi
masih belum menghasilkan yang ideal.
Thn 2016 bulan februari. usaha ibu saya jatuh hancur karena
hutang di rentenir. Akhirnya Ibu pulang ke Jawa meninggalkan beban yang berat
dan membuat ku gelap. Berjuang seorang diri, biaya anak, biaya rumah sewa,
listrik,air dan para penagih hutang yang harus saya hadapi..Saya terpuruk untuk
yang ke dua kalinya. Ada perasaan putus
asa disana.
Ada seorang teman, memberikan nasehat, jika saya bisa membayar
tanggungan Ibu saya dan tetap berusaha untuk anak anak saya, Tuhan pasti kasih
jalan. Apa yang saya lakukan adalah sebagai bakti anak terhadap orang tua.
Dari sana saya bangkit dan,teman di BPS selalu memberi jalan dan support yang luar biasa.
Dari sana saya bangkit dan,teman di BPS selalu memberi jalan dan support yang luar biasa.
Saya buka warung Nasi PECEL dan menu masakan rumahan sambil tetap
kerja di BPS, plus kerja setrika baju di rumah org, Rangkap rangkap kerja saya
jalani.
Saya bertekad ingin keluar dan tidak mau berlarut larut dalam masalah ini.
Dua tahun berlalu, tanpa terasa saya berdiri tegar dengan anak anak saya, jualan Warung makan Nasi Pecel Kediri.
Saya sudah menyelesaikan hutang ibu sebagian besar, dan bisa beli motor sendiri, punya tabungan walupun tidak banyak. Dan yang lebih senang adalah terbebas dari segala hutang. Saya jadikan pelajaran kejatuhan itu agar berhati hati benar mengelola uang.
Warung Pecel Kediri, melayani catering, pesanan nasi kotak,
pesanan prasmanan untuk acara dan melayani pesan antar minimal Rp. 50.000
khusus kota Biak. Kadang juga jualan baju, kue atau apa saja yg menghasilkan
keuntungan.
Saya belumlah sukses secara finansial,karena rumah masih sewa. Tapi saya merasa sukses karena bisa keluar dari masalah.
Saya belumlah sukses secara finansial,karena rumah masih sewa. Tapi saya merasa sukses karena bisa keluar dari masalah.
Badai pasti berlalu. Sekarang
sedang mempersiapkan kuliahnya anak saya. Dan saya sedang menjalin rekanan
usaha dengan beberapa teman. Semoga Allah senantiasa membukakan pintu rejeki
untuk kami limpahan rahmat untuk keluarga saya... Aamiin